Kronologi Serangan, Intimidasi, dan Perusakan Tanaman oleh 300 Massa PT Bumisari Maju Sukses (BMS) terhadap Rukun Tani SumberejoPakel (RTSP)

Selasa, 5 Maret 2024

— Pukul 06.18 WIB, kami, petani yang tergabung dalam Rukun Tani Sumberejo Pakel (RTSP) di
Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, menemukan sebuah pondok di lahan garapan petani telah roboh dan rusak. Selain itu, kami menemukan sebuah botol bekas yang berisikan bensin dalam keadaan tumpah di dekat pondok, diduga akan dijadikan bahan untuk membakar pondok yang telah dirobohkan.


Sabtu, 9 Maret 2024

— Sekitar pukul 09.51 WIB, sejumlah sekuriti PT Bumisari Maju Sukses bersama sekelompok
orang yang diduga preman bayaran memasuki objek lahan reclaiming di wilayah Pongkor
(lokasi lahan garapan). Mereka melakukan perobohan dan pembakaran terhadap pondok yang kami bangun di lahan.
—Tak lama berselang kejadian itu, kami datang ke tempat lokasi, lalu sekuriti dan sekelompok
orang yang diduga preman bayaran tersebut memilih mundur.
— Sekitar Pukul 11.00 WIB, kami berniat pulang. Namun dalam perjalanan, kami dikagetkan
dengan adanya pondok yang berdiri di tengah jalan pertigaan arah menuju Pongkor (pondok itu didirikan oleh pihak PT Bumisari) sehingga menghambat kami untuk lewat.
— Di saat yang bersamaan, kami melihat di wilayah Panasean (yang tidak jauh dari Pongkor) terdapat pihak PT Bumisari yang sedang melakukan penebangan tanaman dan merobohkan pondok kami. Sehingga, secara spontan kami berusaha mengejar untuk mengusir pihak PT Bumisari. Karena kejadian itu, kami memutuskan untuk berjaga-jaga supaya tanaman kami tidak ditebang kembali oleh pihak PT Bumisari.
— Pada hari yang sama, akses jalan di jembatan sungai Taman Glugo (jalan lalu lalang warga
bertani) diblokade menggunakan truk yang diduga kuat milik PT Bumisari.

Minggu, 10 Maret 2024

— Pukul 10.30 WIB, beberapa petani Pakel yang sedang berjaga di lahan melihat sekuriti PT
Bumisari bersama sekelompok orang diduga preman dan para pekerja PT Bumisari yang
diperkirakan berjumlah kuang lebih 150 orang, kembali menebangi tanaman dan merusak
pondok petani Pakel di utara Kali Gondang.
— Pukul 11.00 WIB, mengetahui kejadian tersebut, kami mulai berdatangan. Awalnya, petani Pakel yang datang berjumlah sedikit. Pihak PT Bumisari sempat mengintimidasi kami dengan mendorong dan menodongkan senjata. Beberapa orang yang diduga preman bayaran, juga menantang duel. Selang beberapa waktu, petani Pakel lainnya berdatangan semakin banyak dan pihak PT Bumisari kembali mundur. — Pukul 11.43 WIB, setelah pihak PT Bumisari mundur, kami kembali berjaga sampai malam
untuk menghindari serangan susulan.
— Sekitar pukul 19.30 WIB, salah satu petani Pakel mengalami pemukulan di bagian tengkuk.
Akibatnya, petani Pakel itu harus dilarikan ke puskesmas. Menurut keterangan petani pakel
korban pemukulan, ia sedang melakukan patroli jaga malam dengan enam orang petani lainnya.
Lalu, saat melihat secara samar terdapat bayangan orang, ia meninggalkan lima orang lainnya, lantas mendekat ke arah bayangan tersebut. Setelah dicek, tiba-tiba ada satu orang bertopeng yang mengeluarkan senjata tajam dan satu orang lagi memukulnya dari arah belakang sampai korban pingsan. Satu orang bertopeng lainnya berjaga di atas motor.
— Sebelum pingsan, petani Pakel korban pemukulan sempat berteriak, sehingga lima petani lainnya datang menghampiri. Namun, ketiga pelaku pemukulan sudah menghilang.

Kamis,14 Maret 2024

— Sekitar pukul 08.37 WIB, kami melihat pihak PT Bumisari kembali berdatangan untuk
melakukan penebangan dan perusakan pondok petani Pakel. Kali ini, mereka membawa massa
yang cukup banyak, kurang lebih 300 orang. Mereka melakukan pengerusakan tanaman secara masif. Diperkirakan kurang lebih 2 hektare tanaman di lahan petani Pakel habis dibabat, lebih dari 3 pondok petani Pakel dirusak, serta beberapa dibakar.
— Pukul 08.48 WIB, melihat aksi yang dilakukan oleh pihak PT Bumisari tersebut, kami berupaya
bertahan. Namun, lagi-lagi pihak PT Bumisari membawa senjata tajam. Bahkan, ada salah satu orang dari massa PT Bumisari yang membawa senjata api. Sempat terdengar 2 kali tembakan ke udara untuk menakut-nakuti kami agar mundur.
— Akibat dari serangan tersebut, terdapat salah satu petani perempuan Pakel yang menjadi korban tindakan kekerasan fisik. Korban mengalami luka memar bagian jari tangan, lengan, dan kaki.
— Pukul 11.09 WIB, selain melakukan penyerangan di wilayah Kali Gondang, PT Bumisari ternyata juga melakukan penyerangan di wilayah Pongkor. Serangan di Pongkor itu diduga untuk memecah konsentrasi kami, supaya mereka dapat lebih banyak membabat tanaman petani Pakel. Sekitar 20 pohon pisang habis dibabat oleh pihak PT Bumisari.
— Pukul 14.00 WIB, massa PT Bumisari mulai mundur. Kami masih tetap bertahan di lahan untuk berjaga-jaga karena khawatir, massa PT Bumisari akan kembali menyerang tanaman kami.
— Pada penyerangan kali ini, kami menjumpai beberapa pekerja PT Bumisari yang secara tibatiba pulang pada waktu kejadian, mereka meminta maaf kepada kami. Beberapa pekerja itu merasa dibodohi oleh pihak PT Bumisari yang membayar mereka untuk menyerang petani Pakel.
Kamis, 14 Maret 2024
Harun, Ketua Rukun Tani Sumberejo Pakel


Kamis, 14 Maret 2024
Harun, Ketua Rukun Tani Sumberejo Pakel

Diterbitkan oleh forum banyuwangi

Media yang di kembangkan oleh warga

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai