
Anggota Komunitas Lemah Teles (KLT) memiliki beragam latar belakang hobi atau kegemaran. Beberapa di antaranya ada yang merupakan railfans (penggemar kereta api), dan anak senja (penikmat suasana terbenamnya matahari yang sekaligus
penyuka lagu-lagu band indie)
Karenanya, tidak heran jika acara Ngerandhu Buka KLT sore tadi (29/3/2024) dilangsungkan di dekat rel kereta api yang ada di kawasan Kec. Kalipuro, Banyuwangi.
FYI, menantikan saat berbuka puasa (ngabuburit), dalam Basa Using disebut Ngerandhu Buka.
“Di Kec. Kalipuro ada tempat yang bagus untuk menikmati sore sekaligus bagus pula untuk mendokumentasi kereta api lewat,” jelas Yusron Ghifari, perwakilan KLT, saat ditanya mengapa lokasi Ngerandhu Buka hari ini dilaksanakan di Kec. Kalipuro.
Seperti Ngerandhu Buka yang sebelumnya pernah mereka gelar, dalam acara ini pun KLT tetap menyuarakan aspirasinya lewat spanduk yang bertuliskan: PT BMS Jangan Nodai Ramadan.
Melalui acara ini, Yusron ingin berpesan, bahwa masalah agraria Desa Pakel adalah masalah bersama.
“Masalah Pakel tidak hanya milik NGO, akademisi, dan aktivis. Anak senja dan railfans juga bisa menyikapi masalah ini dengan gaya yang dipilihnya,” sambungnya.
Buat kamu yang ingin tahu sejarah konflik agraria Desa Pakel, klik link: https://walhijatim.org/2020/08/18/kronologi-konflik-agraria-warga-pakel-banyuwangi/
Yang ingin tahu kronologi aksi intimidatif karyawan PT BMS terhadap petani Pakel dari tanggal 5 s.d. 14 Maret 2024, klik link: https://forbanyuwangi.art.blog/2024/03/15/kronologi-serangan-intimidasi-dan-perusakan-tanaman-oleh-300-massa-pt-bumisaei-maju-sukses-bms-terhadap-rukun-tani-sumberejopakel-rtsp/