Karom ❤️ Rukun Tani – Part 3
Lur,
Gaes,
Prend,
Nanti tepat di jam 24.00 bulan Maret akan berakhir. Berganti April.
Apakah kalian punya acara atau ritual khusus untuk menutup/mengakhiri bulan Maret 2024 ini?
Abdul Karom a.k.a Karom (warga Banyuwangi) memilih menutup bulan Maret ini dengan cara meneguhkan posisi dirinya dalam kancah konflik agraria Desa Pakel, Kec. Licin, Banyuwangi.
Posisi tersebut disampaikan Karom lewat Basanan (Pantun) Basa Using yang berbunyi:
Pak Asmuni
Ketemu Pak Eko
Hei, Rukun Tani
Isun kancanriko
Di tepi sebuah ladang jagung, Karom suarakan keberpihakannya itu lewat sebuah Basanan sederhana.
Tidak sangar?
Memang tidak! Karena serius, jenaka, holistik, santun-mendayu, berapi-api, heroik, lugu, atau sangar hanyalah pilihan ekspresi untuk mengantarkan inti sebuah sikap. Dan sore tadi (31/3/2024) sikap itu telah dipilih Karom: Dia memilih berpihak kepada perjuangan Rukun Tani Sumberejo Pakel.
Berarti Karom tidak netral?
Memang iya. Karena dalam situasi konflik yang prinsipil tentang ruang hidup, secara hitam-putih kita—suka atau tidak—akan dihampiri pertanyaan: Anda di pihak mana?
Berarti Karom tidak netral?
Memang iya. Karena terkadang netral beda tipis dengan apatis. Kadang pula kata netral dipilih untuk menutupi sikap “cari aman”.
Karom memilih Basanan Using yang mbenu (jenaka) sebagai informasi kepada siapa dia berpihak.
Memang mbenu, bahkan juga konyol sikap Karom ini. Tapi inilah sikap mbenu yang tak terbeli. Inilah sikap mbenu yang muncul bukan dari endorsement atau bayaran dari pihak manapun.
Kenapa cara mbenu ini yang dipilih oleh Karom? Karena cara-cara intimidatif, kasar, sangar, songar, aos, kemaki, engkres, dan seram sudah dipakai oleh preman-preman PT BMS.
Ingin tahu sejarah konflik agraria Desa Pakel, klik: https://walhijatim.org/2020/08/18/kronologi-konflik-agraria-warga-pakel-banyuwangi/
ingin tahu kronologi aksi intimidatif karyawan PT BMS terhadap petani Pakel dari 5 s.d. 14 Maret 2024, klik: https://forbanyuwangi.art.blog/2024/03/15/kronologi-serangan-intimidasi-dan-perusakan-tanaman-oleh-300-massa-pt-bumisaei-maju-sukses-bms-terhadap-rukun-tani-sumberejopakel-rtsp/