
Pagi tadi (13/1/2025), sekitar 60 orang petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Wono Asih Makmur Sejahtera (KTH WAMS) mendatangi lokasi kegiatan eksplorasi PT Bumi Suksesindo (BSI) yang berada di Gunung Salakan (Kec. Pesanggaran, Banyuwangi).
Kedatangan para petani itu terkait rusaknya jalan yang selama ini mereka gunakan sebagai akses keluar-masuk ke lokasi perhutanan sosial (PS) yang mereka garap.
Mereka menilai, rusaknya jalan tersebut merupakan dampak dari kegiatan eksplorasi PT BSI.
Paini, anggota KTH WAMS, menyampaikan, dengan rusaknya jalan tersebut, petani tidak bisa membawa masuk pupuk ke lahan PS yang mereka olah.
“Ekonomi petani juga terganggu, karena petani tidak bisa mengangkut hasil panen ke luar,” keluhnya.
Bersama anggota KTH WAMS lainnya, perempuan 49 tahun itu menyerukan penutupan kegiatan eksplorasi emas di G. Salakan.
Seruan senada juga disampaikan Lukman Hakim dari Aliansi Lawan Ketimpangan Indonesia (ALKI).
“Kalau sudah terbukti menyusahkan petani, harusnya dihentikan saja eksplorasi emas tersebut,” katanya.
Eksplorasi di G. Salakan, menurut petani asal Kec. Songgon (Banyuwangi) itu, mesti ditutup karena G. Salakan termasuk Kawasan Rawan Bencana (KRB).
“Salakan itu jadi jalur evakuasi warga jika ada tsunami. Kalau jalur evakuasinya rusak gara-gara tambang, terus mau kemana kalau ada tsunami? Sudahlah tutup saja eksplorasi itu,” ujarnya.
Sebagai informasi, G. Salakan adalah gunung yang berada di barat G. Tumpang Pitu.
Sejak tahun 2016, BSI yang merupakan anak perusahaan Merdeka Copper Gold (MCG), telah terlebih dulu mengeksploitasi G. Tumpang Pitu. Selanjutnya, di tahun 2017, lewat ekploitasi tersebut, BSI menghasilkan emas pertamanya.
Seolah tak puas dengan capaian tersebut, MCG lewat anak perusahaannya yang lain, yakni Damai Suksesindo (DSI) mengincar G. Salakan.
Untuk melancarkan niatnya mengeruk emas G. Salakan, DSI mengajukan izin eksplorasi kepada Gubernur Jatim. Ujungnya, pada 17 Mei 2018, Gubernur Jatim menerbitkan SK No. P2T/83/ 15.01/V/2018, yang memberikan Izin Usaha Eksplorasi bagi DSI dengan luasan 6.558,46 hektar.
Stop eksplorasi emas G. Salakan!