Beberapa warga yang berasal dari kawasan konflik perebutan ruang hidup yang ada di Kab. Banyuwangi, turut serta mengikuti Aksi Cabut Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang diadakan kelompok Rakyat Sipil Banyuwangi (Raswangi), Kamis lalu (27/3/2025).
Satu di antaranya adalah Bu Paini (warga kaki Gunung Tumpang Pitu) yang selama ini konsisten menyerukan penutupan tambang emas G. Tumpang Pitu, serta penolakan rencana tambang emas G. Salakan.
Jarak titik aksi dengan rumah Bu Paini terpaut sekitar 70 km. Namun, jarak sejauh itu tak menyurutkan tekadnya untuk hadir.
Perempuan yang juga bergiat dalam sebuah Kelompok Tani Hutan (KTH) ini, bahkan begitu bersemangat ketika berorasi di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi.