Panjang jalan yang ada dalam video ini lebih kurang 0,5 km. Salah ujung jalan ini berjarak sekitar 150 meter dari SMPN 2 Pesanggaran.
Facebooker Mbah So Guavara mengunggah video tentang jalan rusak ini pada 17 Juli 2025 lalu. Jalan tersebut merupakan penghubung dua desa yang berada dalam Kec. Pesanggaran, yakni Desa Pesanggaran dan Desa Sumberagung.
Dalam video ini, narator menyampaikan, bahwa di jalan tersebut “tertanam” kabel yang menyuplai keperluan listrik kegiatan tambang emas PT. Bumi Suksesindo (BSI)—anak perusahaan Merdeka Coopper Gold (MDKA).
Narasi tentang penanaman kabel tersebut, membuat kami teringat dengan aksi yang pernah dilakukan oleh ibu-ibu yang tinggal di kaki Gunung Tumpang Pitu, pada 9 Maret 2017 silam.
8 tahun lalu, ibu-ibu itu rela memasuki parit yang jadi jalur kabel yang dimaksud, kemudian mereka bersama-sama berdiam diri di dalam parit tersebut. Itulah cara yang pernah dilakukan ibu-ibu Tumpang Pitu untuk melawan pelaksanaan penanaman kabel listrik yang dimaksud.
Video tentang aksi yang terjadi 8 tahun lalu itu bisa ditonton lewat channel YouTube @forbanyuwangi link:
https://youtube.com/shorts/3iCgTP6MC0A?feature=shared
.
Tutup tambang emas G. Tumpang Pitu. Tolak rencana eksploitasi emas G. Salakan.
Hidup perempuan yang melawan!
#cabutiupbsi
#cabutiupdsi
#tolaktambangemassalakan
#tutuptambangemastumpangpitu
#banyuwangitolaktambangemas