Udara Tumpang Pitu Tercemar Semen

https://youtu.be/OTQXTk7b_v0?feature=shared

Tepat di HUT Ke-80 Proklamasi Indonesia (17/8/2025) lalu, sejumlah truk pengangkut semen melakukan transit dan aktivitas lainnya di lahan bekas rumah makan De Tumpit Resto (Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi).

Dalam video, kepulan asap berwarna putih-kelabu (diduga berasal dari aktivitas bongkar semen) tampak membubung terbawa angin.

Warga sekitar lokasi yang enggan ditulis namanya, menerangkan, video ini direkam sekira jam 18.00 WIB. Menurutnya, pada hari itu, sejumlah truk yang ada dalam video tersebut telah berada di lokasi itu sejak lebih kurang jam 13.00 WIB.

Dia menjelaskan, peristiwa yang seperti dalam video tersebut, telah berulangkali terjadi. Ditambahkannya pula, dalam bulan Agustus 2025 ini kejadian serupa pernah terjadi selama dua pekan berturut-turut

Aktivitas sejumlah truk semen tersebut, diduga kuat berkaitan dengan kegiatan tambang emas PT. Bumi Suksesindo (BSI).

BSI adalah anak perusahaan Merdeka Copper Gold (dengan kode saham MDKA). Sejak tahun 2016, BSI telah mengeksploitasi emas yang ada di bawah (bekas) hutan lindung Gunung Tumpang Pitu. Dari eksploitasi tersebut, BSI menghasilkan emas pertamanya pada 2017.

Seakan tak cukup dengan emas G. Tumpang Pitu, MDKA lewat anak perusahaannya yang lain, yakni Damai Suksesindo (DSI) mengincar G. Salakan.

Untuk diketahui, G. Salakan ini berada tak jauh dari G. Tumpang Pitu.

Demi melancarkan niatnya mengeruk emas G. Salakan, DSI mengajukan izin eksplorasi kepada Gubernur Jatim. Akhirnya, pada 17 Mei 2018, Gubernur Jatim pun menerbitkan SK  No. P2T/83/ 15.01/V/2018, yang memberikan Izin Usaha Eksplorasi bagi DSI dengan luasan 6.558,46 hektar.

Sama seperti G. Tumpang Pitu, G. Salakan ini berfungsi sebagai benteng alami dari terjangan tsunami. G. Salakan juga merupakan jalur evakuasi jika tsunami terjadi

=====================

Tutup tambang emas G. Tumpang Pitu. Tolak rencana eksploitasi emas G. Salakan.

Diterbitkan oleh forum banyuwangi

Media yang di kembangkan oleh warga

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai