Jadilah Amplifier!

Minggu, 7 Desember 2025 , sekira jam 10 pagi, akun instagram @pesonabwi mengunggah video tentang tambang emas Tumpang Pitu. Perlu diketahui, tambang tersebut sebenarnya ada di dalam Kawasan Rawan Bencana (KRB). Peristiwa tsunami 1994 yang menimpa kawasan tersebut adalah riwayat kebencanaan yang tak terbantahkan.

Gunung Tumpang Pitu dibutuhkan masyarakat karena peran alaminya sebagai benteng pertahanan dari Tsunami.

Bukannya mengurangi kerentanan bencana lewat konservasi Tumpang Pitu, Pemerintah justru merapuhkan KRB dengan cara mengizinkan benteng alami tersebut untuk ditambang.

Keputusan tersebut tentu kelak akan jadi memori kolektif, bahwa dalam perjalanan peradaban Banyuwangi pernah ada sebuah masa dimana penguasanya telah tega merapuhkan Kawasan Rawan Bencana dengan cara mengizinkan hadir pertambangan emas.

Ketika Pemerintah melegalkan adanya pertambangan di Kawasan Rawan Bencana (KRB), maka itu artinya Pemerintah sedang dan sudah melegalisasi bencana.

Apakah semua itu cukup? Sayangnya tidak!

Tak cukup merapuhkan KRB lewat mengizinkan tambang emas di Tumpang Pitu, Pemerintah juga merapuhkan fungsi Gunung Salakan sebagai jalur evakuasi bencana tsunami. Tak cukup mengepras Gunung Tumpang Pitu, korporasi pun berencana mengepras Salakan (Gunung di sebelah Tumpang Pitu). Dan gilanya, rencana itu disetujui Pemerintah.

lalu apa yang bisa kita lakukan? selemah-lemahnya iman adalah dengan menjadikan akun medsosmu sebagai amplifier (pelantang masalah ini). Bagikan postingan ini ke skala yang lebih luas, Maprend !!!

—-
catatan: bagian akhir video ini kami edit sedikit ya, gaesss

Diterbitkan oleh forum banyuwangi

Media yang di kembangkan oleh warga

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai