Inkonsistensi Penentuan Sebuah Logo

Selasa, 28 November 2017. Abdul Wachid Habibullah (Penasihat Hukum terdakwa Budi Pego) bertanya kepada Ir. Djuni Thamrin, M.Sc, Ph.D (saksi ahli yang diajukan Jaksa Penuntut Umum) tentang logo yang identik dengan komunisme. Mantan Direktur Eksekutif Akatiga tersebut menjawab, logo-logo yang identik dengan komunisme itu adalah palu, arit, dan bintang dalam satu kesatuan. Tertarik dengan jawabanLanjutkan membaca “Inkonsistensi Penentuan Sebuah Logo”

Pak Puh

Ingin bertemu Pak Puh. Itu jawaban Justin Nasrul (2 th) saat ditanya mengapa dia mau ikut ibunya yang bernama Lilik Kurniawati menempuh jarak 60 km Pesanggaran-Banyuwangi untuk hadir di sidang Budi Pego. Hari Budiawan alias Budi Pego adalah Pakde Justin. Bocah lincah dan supel ini memanggil Budi Pego dengan sebutan Pak Puh. Sebuah sebutan khasLanjutkan membaca “Pak Puh”

Kajida WANTANAS Disambut Aksi Warga Tumpang Pitu

Selasa 21 November 2017. Berbarengan dengan digelarnya putaran ke-11 sidang Budi Pego di Pengadilan Negeri Banyuwangi, Dewan Pertahanan Nasional (Wantannas) melakukan kunjungan ke areal tambang emas Tumpang Pitu dan sekitarnya. Dalam kunjungan yang bertajuk Kajian Daerah (Kajida), bertempat di rumah makan Rojonogo, Siliragung, Wantannas melangsungkan tatap muka dengan tokoh-tokoh masyarakat Tumpang Pitu. Warga Bangorejo (ringLanjutkan membaca “Kajida WANTANAS Disambut Aksi Warga Tumpang Pitu”

Sarapan Sebelum Sidang

Hari ini (21/11/2017), Dewan Pertahanan Nasional (Wantanas) sedang mengunjungi Banyuwangi. Tim Wantanas ini semalam menginap di sebuah hotel yang baru dibangun pada era Bupati Abdullah Azwar Anas. Bisa jadi, ketika rombongan Wantanas sedang menikmati sarapan di sebuah hotel berbintang 3 di Banyuwangi, di saat itu pula di trotoar depan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi seorang bocahLanjutkan membaca “Sarapan Sebelum Sidang”

Pejuang Agraria dan Lingkungan Membangun Solidaritas di Kampung Bongkoran

BANYUWANGI — Sebanyak 20an pejuang agraria dan lingkungan dari empat daerah di Pulau Jawa bertemu di Kampung Bongkoran, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Jawa Timur pada Jumat-Minggu, 10-12 November 2017. Mereka yakni: warga Pulau Pari, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta; warga Sedulur Sikep dari Pati dan Rembang, Jawa Tengah; warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi; dan terakhir warga Kampung Bongkoran.Lanjutkan membaca “Pejuang Agraria dan Lingkungan Membangun Solidaritas di Kampung Bongkoran”

Haus

Seperti yang sudah-sudah. Nensi Rahmawati (4 tahun) setia datang ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi untuk memberi dukungan bagi ayahnya, Budi Pego. Ini berarti sudah kali kesembilan Nensi rela menempuh jarak 60 kilometer lebih demi bisa memandang wajah ayahnya. Menyaksikan persidangan bagi seorang bocah seperti Nensi, tentu beda mereka yang dewasa. Terutama jika berkaitan dengan staminaLanjutkan membaca “Haus”

Sidang Diawasi Komisi Yudisial

–Radar Banyuwangi 25 Oktober 2017 BANYUWANGI – Ada yang berbeda dalam sidang lanjutan kasus spanduk berlogo palu arit atau perkara kejahatan terhadap keamanan negara yang digelar di Pengadilan Negeri Banyuwangi, kemarin (24/10). Sidang dengan terdakwa Hari Budiawan alias Budi Pego itu dipantau langsung oleh Komisi Yudisial (KY). Sidang itu dipantau dua orang penghubung dari KY.Lanjutkan membaca “Sidang Diawasi Komisi Yudisial”

Kangen Bapak

adalah rasa rindu yang mendorong Nensi Rahmawati (4 tahun) untuk hadir dalam setiap sidang Hari Budiawan alias Budi Pego. Nensi adalah putri Budi Pego. Sudah enam kali putaran sidang bergulir, Nensi tetap setia menempuh jarak kurang lebih 60 km untuk melihat paras ayah sebagai pengobat rindu. Di putaran kedua sidang yang menempatkan ayahnya sebagai tersangka,Lanjutkan membaca “Kangen Bapak”

Bincang

Pada pukul 08.35 wib Tim Kerja Advokasi Gerakan Rakyat untuk Daulat Agraria (Tekad Garuda) menemui Hari Budiawan alias Budi Pego di ruang tahanan Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi. .Hari ini Selasa 10 Oktober 2017 merupakan putaran kelima persidangan Hari Budiawan alias Budi Pego..Budi Pego disidang karena hubungan dirinya dengan sebuah demonstrasi warga untuk menolak tambang emasLanjutkan membaca “Bincang”

B.A.R.T

Hari ini Selasa 10 Oktober 2017 merupakan putaran kelima persidangan Hari Budiawan alias Budi Pego..Budi Pego disidang karena hubungan dirinya dengan sebuah demonstrasi warga untuk menolak tambang emas Tumpang Pitu yang berlangsung bulan April 2017 lalu. Ada spanduk dengan gambar yang identik dengan logo sebuah partai terlarang dalam aksi tersebut. Walau keberadaannya janggal, dan sekarangLanjutkan membaca “B.A.R.T”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai