FORKOMM KECAM KRIMINALISASI WARGA TUMPANG PITU

Sehari menjelang akhir bulan Agustus 2017, Kepolisian Resort (Polres) Banyuwangi menerbitkan surat bernomor S.PGL/559/VIII/2017/SATRESKRIM. Surat yang ditandatangani Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Effendi itu bertujuan memanggil Heri Budiawan alias Budi Pego. Budi adalah warga Dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi. Budi selama ini getol menyuarakan penolakan terhadap tambang emas di Hutan Lindung G.Lanjutkan membaca “FORKOMM KECAM KRIMINALISASI WARGA TUMPANG PITU”

Warga Tumpang Pitu Ditahan (4/9/2017)

Pada hari ini, 4 September 2017, Hari Budiawan alias Budi Pego ditahan. Penahanan ini berkaitan dengan aksi warga penolak tambang emas di Hutan Lindung G. Tumpang Pitu yang berlangsung bulan Maret lalu. Budi Pego keluar dari ruang Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi pada pukul 12.06 wib. Kabar ini memicu emosi warga yang turut mengunjungi kantor KejariLanjutkan membaca “Warga Tumpang Pitu Ditahan (4/9/2017)”

WARGA TUMPANG PITU DI KANTOR KEJAKSAAN

Hari ini 4 September 2017, Heri Budiawan alias Budi Pego (warga Dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi) telah memenuhi panggilan Polres Banyuwangi. Budi dipanggil terkait aksi warga penolak tambang emas Tumpang Pitu yang berlangsung bulan Maret lalu. Usai memenuhi panggilan Polres, Budi pun menjalani proses selanjutnya di kantor Kejaksaan Negeri (kejari) Banyuwangi. BeberapaLanjutkan membaca “WARGA TUMPANG PITU DI KANTOR KEJAKSAAN”

Gunretno: “Kuatkan Rasa Saling Memiliki”

Banyuwangi — Ketua Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK), Gunretno, berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu 3 Juni 2017. Kedatangannya untuk memberi dukungan kepada petani Kampung Bongkoran Wongsorejo dan gerakan menolak pertambangan emas Tumpang Pitu. Gunretno tiba di Banyuwangi sekitar pukul 15.00 WIB. Perjalanannya ke ujung timur Jawa tersebut, usai menghadiri acara “Kendeng Berdendang”, sebuahLanjutkan membaca “Gunretno: “Kuatkan Rasa Saling Memiliki””

Pak Bian dan Jalan Perjuangannya…!

Pak Bian dan Jalan Perjuangannya…! Innalillahi wa innalillahi rojiun…. Lemas dan sesak hati rasanya! Mas Arna mengabarkan meninggalnya Pak Bian kemarin siang, 19 Mei 2017. Tak kuasa, menahan air mata ini. Sedih, karena mengingat sosok beliau yang kukuh menyemai semangat perlawanan, tetap bersahaja dengan kehidupan sederhananya di kampung. Saya hanya ingin menuliskan sedikit hal kehidupannya.Lanjutkan membaca “Pak Bian dan Jalan Perjuangannya…!”

Forbanyuwangi meminta Presiden Jokowi untuk mengembalikan Status Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu

Tadi malam (22/4/2017), melalui Bpk. Sukardi Rinangkit Forbanyuwangi menitipkan Surat Penolakan Tambang Emas Tumpang Pitu dan Permohonan untuk segera mengembalikan status Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu. Sebagai sarjana kehutanan tentu Pak Jokowi tahu jika sebuah pulau harus memiliki minimal 30 persen hutan alami demi keseimbangan ekologi dan demi keberlanjutan hidup manusia di pulau tersebut. HutanLanjutkan membaca “Forbanyuwangi meminta Presiden Jokowi untuk mengembalikan Status Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu”

Perempuan Melawan Tambang: Catatan atas Aksi Perempuan di Lereng Gunung Tumpang Pitu

Perempuan-perempuan di lereng Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, mencatatkan sejarahnya saat berunjuk rasa menghadang pemasangan jaringan listrik untuk tambang emas pada 4-11 Maret lalu. Akhirnya peempuan-perempuan di sana berani ambil bagian di garis paling depan dalam perjuangan melawan tambang. Setidaknya begitulah pengamatan saya selama kurang lebih 9 tahun mencatat dinamika gerakan pertambangan di pesisirLanjutkan membaca “Perempuan Melawan Tambang: Catatan atas Aksi Perempuan di Lereng Gunung Tumpang Pitu”

Perempuan Melawan Tambang: Catatan atas Aksi Perempuan di Lereng Gunung Tumpang Pitu

Perempuan-perempuan di lereng Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, mencatatkan sejarahnya saat berunjuk rasa menghadang pemasangan jaringan listrik untuk tambang emas pada 4-11 Maret lalu. Akhirnya peempuan-perempuan di sana berani ambil bagian di garis paling depan dalam perjuangan melawan tambang. Setidaknya begitulah pengamatan saya selama kurang lebih 9 tahun mencatat dinamika gerakan pertambangan di pesisirLanjutkan membaca “Perempuan Melawan Tambang: Catatan atas Aksi Perempuan di Lereng Gunung Tumpang Pitu”

FORKOMM dan BEM UNTAG BANYUWANGI TAK PERNAH SARANKAN WARGA TERIMA TAMBANG TUMPANG PITU

SIARAN PERS BERSAMAFORKOMM dan BEM UNTAG BANYUWANGI Dalam pers rilisnya yang telah disebar ke pelbagai media massa pada 16 Maret 2017, PT Bumi Suksesindo (BSI) mengabarkan tentang tuntasnya pembangunan jaringan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke kawasan tambang BSI di wilayah Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi Dalam rilis yang lebih kurang memuat empat ratus kataLanjutkan membaca “FORKOMM dan BEM UNTAG BANYUWANGI TAK PERNAH SARANKAN WARGA TERIMA TAMBANG TUMPANG PITU”

Navicula Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu

Malam itu, Sabtu 11 Maret 2017, salah satu sudut Kertalangu, Denpasar, Bali tengah riuh. Distorsi gitar listrik berpadu gelegar drum dan teriakan penonton membuat adrenalin membuncah. Reno Farhan anak Banyuwangi yang kini kuliah Universitas Udayana (Unud) Bali itu bergegas menuju area belakang panggung Konser Soundsations. Tekatnya hanya satu, yakni menemui vokalis Navicula Gede Robi SupriyantoLanjutkan membaca “Navicula Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai