Jalan Rusak dekat Tambang Emas Tumpang Pitu (17/7/2025)

Panjang jalan yang ada dalam video ini lebih kurang 0,5 km. Salah ujung jalan ini berjarak sekitar 150 meter dari SMPN 2 Pesanggaran. Facebooker Mbah So Guavara mengunggah video tentang jalan rusak ini pada 17 Juli 2025 lalu. Jalan tersebut merupakan penghubung dua desa yang berada dalam Kec. Pesanggaran, yakni Desa Pesanggaran dan Desa Sumberagung.Lanjutkan membaca “Jalan Rusak dekat Tambang Emas Tumpang Pitu (17/7/2025)”

Dan Terjadi Lagi

Penggemar band Noah tentu tahu frasa “Dan terjadi lagi”, yang merupakan bagian awal dari lirik lagu Separuh Aku. Frasa tersebut tampaknya mewakili gambaran blasting di Gunung Tumpang Pitu (Kec. Pesanggaran, Banyuwangi) yang berulang. Video blasting ini diunggah Facebooker Mbah So Guavara pada 17 Juli 2025 lalu. Peristiwa blasting tersebut juga terjadi pada tanggal yang sama.Lanjutkan membaca “Dan Terjadi Lagi”

Kemukus di Gunung Salakan, (26/6/2025)

Melalui media sosial yang dimilikinya, seorang petani asal Desa Sumberagung (Kec. Pesanggaran, Banyuwangi) pada pukul 18.00 WIB (1/7/2025) mengunggah video tentang Kemukus (Piper cubeba) yang ada di Gunung Salakan. Petani yang juga pegiat Kelompok Tani Hutan Wono Asih Makmur Sejahtera (KTH WAMS) tersebut merekam video ini pada 26 Juni 2025, sekira 09.00 WIB. Selain menjadiLanjutkan membaca “Kemukus di Gunung Salakan, (26/6/2025)”

Blasting di Tumpang Pitu, (12/4/2025)

Seorang netizen yang memiliki hobi memaser ikan, pada tanggal 12 April 2025 lalu mengunggah video ini ke akun Facebook miliknya. Diperkirakan lokasi dalam video ini tak jauh dari destinasi wisata Pulau Merah (Desa Sumberagung, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi). Yang dengan demikian, hampir bisa ditebak tempat di dalam video ini berada dalam wilayah konsesi tambang milik PTLanjutkan membaca “Blasting di Tumpang Pitu, (12/4/2025)”

Banyuwangi Tolak Militerisasi Kampus

Perguruan tinggi (kampus) diperlukan sebagai moral force yang secara otomatis akan bersuara kritis ketika ada ketidakadilan, dan ketika ada policy (kebijakan) Pemerintah yang meminggirkan rakyat. Agar perguruan tinggi bisa tetap menjalankan perannya sebagai moral force, semestinya kampus steril dari hegemoni militer. Pada tanggal 5 Maret 2025 telah ditandatangi Perjanjian Kerja Sama antara Tentara Nasional IndonesiaLanjutkan membaca “Banyuwangi Tolak Militerisasi Kampus”

Tanah & Batu Gunung Tumpang Pitu Longsor Masuk ke Laut, (4/4/2025)

Video batu dan tanah Gunung Tumpang Pitu (Kec. Pesanggaran, Banyuwangi) yang longsor masuk ke laut. Lokasi kejadian ini tak jauh dari destinasi wisata Pulau Merah. Video ini diunggah oleh netizen ke facebook pada tanggal 4 April 2025. Kuat dugaan, longsoran tersebut memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan emas yang dilakukan oleh  korporasi yang menjadi anak perusahaanPTLanjutkan membaca “Tanah & Batu Gunung Tumpang Pitu Longsor Masuk ke Laut, (4/4/2025)”

UU TNI dan Orang-Orangan Sawah Itu

Tinggi scarecrow (orang-orangan sawah) yang berjaket loreng tentara ini, sekitar 180 cm. Sama dengan tinggi badan Ernando Ari Sutaryadi, salah satu penjaga gawang tim nasional sepak bola Indonesia. Abdul Mukarom—pembuatnya—sengaja memilih kayu reng sebagai rangka utama  scarecrow tersebut, dengan pertimbangan agar ringan saat dibawa ketika aksi. Pertimbangan lainnya, mepetnya waktu, membuat Mukarom merasa repot jikaLanjutkan membaca “UU TNI dan Orang-Orangan Sawah Itu”

Orasi Bu Paini (warga kaki G. Tumpang Pitu) dalam Aksi Cabut UU TNI, (27/3/2025)

Beberapa warga yang berasal dari kawasan konflik perebutan ruang hidup yang ada di Kab. Banyuwangi, turut serta mengikuti Aksi Cabut Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI) yang diadakan kelompok Rakyat Sipil Banyuwangi (Raswangi), Kamis lalu (27/3/2025). Satu di antaranya adalah Bu Paini (warga kaki Gunung Tumpang Pitu) yang selama ini konsisten menyerukan penutupan tambang emasLanjutkan membaca “Orasi Bu Paini (warga kaki G. Tumpang Pitu) dalam Aksi Cabut UU TNI, (27/3/2025)”

Raswangi Memantati Gedung Parlemen Banyuwangi, (27/3/2025)

Rakyat Sipil Banyuwangi (Raswangi) menilai, DPR RI sebagai representasi warga Indonesia, hakikatnya adalah lembaga sipil. Sebagai lembaga yang niscaya ada dalam sebuah negara demokrasi, DPR RI semesti menjadi garda utama penegakkan supremasi sipil. Karena indikasi kualitas demokrasi ada pada tinggi-rendahnya kualitas supremasi sipil. Sayangnya, yang dipraktikkan oleh DPR RI di bulan Maret 2025 ini justruLanjutkan membaca “Raswangi Memantati Gedung Parlemen Banyuwangi, (27/3/2025)”

Baca Puisi dalam Aksi Raswangi Cabut UU TNI, (27/3/2025)

Aksi Cabut Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (UU TNI), Kamis lalu (27/3/2025) dilakukan oleh kelompok yang menamakan dirinya Rakyat Sipil Banyuwangi (Raswangi). Dalam unjuk rasa yang bergerak dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi itu, tak hanya diisi dengan orasi. Beberapa peserta aksi mengisinya dengan bermain bolaLanjutkan membaca “Baca Puisi dalam Aksi Raswangi Cabut UU TNI, (27/3/2025)”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai