Kamis lalu (27/3/2025), kelompok yang menamakan dirinya Rakyat Sipil Banyuwangi (Raswangi) melakukan aksi Cabut UU TNI. Berangkat dari Taman Makam Pahlawan (TMP) Wisma Raga Satria sekitar jam 14.30 WIB, puluhan massa aksi yang berpakaian hitam ini berjalan kaki menuju Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banyuwangi. Tak hanya mahasiswa, beberapa warga dari daerah konflik perebutanLanjutkan membaca “Yatno (Ketua Papan Jati) ikut serta Aksi Raswangi Cabut UU TNI, (27/3/2025)”
Arsip Penulis:forum banyuwangi
Santai Dulu, Kawan
Ini salah satu pernak-pernik moment unik dalam aksi Cabut UU TNI yang dilaksanakan massa aksi Rakyat Sipil Banyuwangi, kemarin (27/3/2025). Salah seorang peserta aksi tampak santai tiduran di aspal yang basah karena bekas gerimis. Dia tiduran di depan gerbang kantor DPRD Banyuwangi sembari melihat ekspresi satu-persatu polisi yang berbaris di hadapannya.
Tertutupnya Proses Revisi UU TNI adalah Bukti Parlemen Alergi Partisipasi Publik
Negara kita tidak dalam keadaan perang melawan negara lain. Selain itu juga tak ada hal-hal mendesak yang menjadikan UU TNI harus segera direvisi. Jadi mengapa proses revisi UU TNI dilaksanakan secara tergesa, tertutup, dan tidak transparan? Bahkan wartawan pun dilarang meliput. Apa urgensinya? Sehingga perubahan UU TNI harus buru-buru dilakukan. Pertanyaan di atas jadi bahanLanjutkan membaca “Tertutupnya Proses Revisi UU TNI adalah Bukti Parlemen Alergi Partisipasi Publik”
Laut di Kawasan Tumpang Pitu, (24/3/2025)
Keadaan perairan laut yang berada di kawasan Gunung Tumpang Pitu (Kec. Pesanggaran, Banyuwangi). Video dibuat pada hari Senin 24 Maret 2025. Kondisi berlumpurnya laut yang ada dalam video tersebut, diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu yang dilakukan oleh PT. BSI. Sumber video: https://www.facebook.com/share/r/15wUQFiomw/ – diunggah ke Facebook tanggal 24 MaretLanjutkan membaca “Laut di Kawasan Tumpang Pitu, (24/3/2025)”
Karya Heroik
Sebuah pesan yang tertulis menggunakan cat semprot berwarna hitam dan merah, terlihat “menghiasi” gerbang samping Kantor DPRD Banyuwangi. Lugas isi pesannya: “Cabut UU TNI” Siapapun yang membacanya tentulah akan langsung mengaitkan pesan tersebut dengan aksi-aksi penolakan revisi UU TNI yang marak terjadi di berbagai tempat di negeri ini. Pesan yang terpampang di sisi utara gedungLanjutkan membaca “Karya Heroik”
Tolak Revisi UU TNI, Stop Aktivasi Dwifungsi TNI
Keterlibatan angkatan perang atau angkatan bersenjata dalam ranah sipil hanya akan mereduksi demokrasi, dan tentunya akan meruntuhkan supremasi sipil. Padahal supremasi sipil adalah hal yang prinsipil dalam demokrasi. Bukan demokrasi namanya, jika supremasi sipil dirongrong oleh dominasi militer. Artinya, jika siap berdemokrasi, maka harus siap pula menghormati supremasi sipil. Kita mestinya belajar bagaimana orde baruLanjutkan membaca “Tolak Revisi UU TNI, Stop Aktivasi Dwifungsi TNI”
Baca Puisi di Rumah Community Hub (Denpasar, Bali), (13/3/2025)
Kamis lalu (13/3/2025), di Rumah Community Hub (Denpasar, Bali), @aksikamisanbali menyelenggarakan acara Nobar dan Bincang-Bincang Bersama Pemuda Pakel. Selain diskusi dan nonton bareng (nobar) film Tekel Pakel (produksi Watchdoc Documentary), kegiatan ini diisi pula dengan pembacaan puisi. Dalam video, Wahyu (salah satu hadirin acara ini) tampil membacakan sebuah puisi yang mengajak kita merenungkan kembali: apaLanjutkan membaca “Baca Puisi di Rumah Community Hub (Denpasar, Bali), (13/3/2025)”
RTSP Dirikan Kembali Pondok Tani yang Dulu Dirusak Preman, (10/3/2025)
Senin (10/3/2025), puasa Ramadan tak menghalangi semangat para anggota Rukun Tani Sumberejo Pakel (RTSP) ini untuk kerja bakti membangun kembali pondok tani yang dulu pernah dirubuhkan oleh (diduga) preman dan sekuriti PT. BMS. Dulu pada 25 Juli 2024, di kawasan Pongkor (Desa Pakel, Kec. Licin, Banyuwangi) ini, 6 pondok tani milik anggota RTSP ini dirusakLanjutkan membaca “RTSP Dirikan Kembali Pondok Tani yang Dulu Dirusak Preman, (10/3/2025)”
Bhuweng Na’as
Setelah melakukan perjalanan dari Lapas Kelas II Banyuwangi menuju Desa Pakel (Kec. Licin, Banyuwangi), Muhriyono pun menjalani prosesi mandi di depan dapur rumahnya. Dalam bahasa Madura, beberapa warga menyebut acara mandi itu bhuweng na’as (membuang na’as). Video ini direkam sekira jam 15.00 WIB, Jumat 7 Maret 2025. ————– Sekelumit profil Muhriyono berikut kisah kriminalisasi yangLanjutkan membaca “Bhuweng Na’as”
Muhriyono Bebas (7/3/2025)
Kemarin (7/3/2025). Di hari ketujuh bulan Ramadan. Setelah salat Jumat di masjid-masjid berakhir, Muhriyono bebas. Sebelum pulang ke Desa Pakel (Kec. Licin, Banyuwangi), petani 59 tahun itu terlebih dulu mandi di Pantai Cacalan. Seolah ingin melucuti kenangan pahit kriminalisasi yang dialaminya, Muhriyono pun membuang kemeja putih dan kopiah hitamnya ke laut. Tanpa menunggu air lautLanjutkan membaca “Muhriyono Bebas (7/3/2025)”