Warga Tumpang Pitu Ditahan (4/9/2017)

Pada hari ini, 4 September 2017, Hari Budiawan alias Budi Pego ditahan. Penahanan ini berkaitan dengan aksi warga penolak tambang emas di Hutan Lindung G. Tumpang Pitu yang berlangsung bulan Maret lalu. Budi Pego keluar dari ruang Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi pada pukul 12.06 wib. Kabar ini memicu emosi warga yang turut mengunjungi kantor KejariLanjutkan membaca “Warga Tumpang Pitu Ditahan (4/9/2017)”

WARGA TUMPANG PITU DI KANTOR KEJAKSAAN

Hari ini 4 September 2017, Heri Budiawan alias Budi Pego (warga Dusun Pancer, Desa Sumber Agung, Kec. Pesanggaran, Banyuwangi) telah memenuhi panggilan Polres Banyuwangi. Budi dipanggil terkait aksi warga penolak tambang emas Tumpang Pitu yang berlangsung bulan Maret lalu. Usai memenuhi panggilan Polres, Budi pun menjalani proses selanjutnya di kantor Kejaksaan Negeri (kejari) Banyuwangi. BeberapaLanjutkan membaca “WARGA TUMPANG PITU DI KANTOR KEJAKSAAN”

Pak Bian dan Jalan Perjuangannya…!

Pak Bian dan Jalan Perjuangannya…! Innalillahi wa innalillahi rojiun…. Lemas dan sesak hati rasanya! Mas Arna mengabarkan meninggalnya Pak Bian kemarin siang, 19 Mei 2017. Tak kuasa, menahan air mata ini. Sedih, karena mengingat sosok beliau yang kukuh menyemai semangat perlawanan, tetap bersahaja dengan kehidupan sederhananya di kampung. Saya hanya ingin menuliskan sedikit hal kehidupannya.Lanjutkan membaca “Pak Bian dan Jalan Perjuangannya…!”

Forbanyuwangi meminta Presiden Jokowi untuk mengembalikan Status Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu

Tadi malam (22/4/2017), melalui Bpk. Sukardi Rinangkit Forbanyuwangi menitipkan Surat Penolakan Tambang Emas Tumpang Pitu dan Permohonan untuk segera mengembalikan status Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu. Sebagai sarjana kehutanan tentu Pak Jokowi tahu jika sebuah pulau harus memiliki minimal 30 persen hutan alami demi keseimbangan ekologi dan demi keberlanjutan hidup manusia di pulau tersebut. HutanLanjutkan membaca “Forbanyuwangi meminta Presiden Jokowi untuk mengembalikan Status Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu”

Perempuan Melawan Tambang: Catatan atas Aksi Perempuan di Lereng Gunung Tumpang Pitu

Perempuan-perempuan di lereng Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, mencatatkan sejarahnya saat berunjuk rasa menghadang pemasangan jaringan listrik untuk tambang emas pada 4-11 Maret lalu. Akhirnya peempuan-perempuan di sana berani ambil bagian di garis paling depan dalam perjuangan melawan tambang. Setidaknya begitulah pengamatan saya selama kurang lebih 9 tahun mencatat dinamika gerakan pertambangan di pesisirLanjutkan membaca “Perempuan Melawan Tambang: Catatan atas Aksi Perempuan di Lereng Gunung Tumpang Pitu”

Perempuan Melawan Tambang: Catatan atas Aksi Perempuan di Lereng Gunung Tumpang Pitu

Perempuan-perempuan di lereng Tumpang Pitu, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, mencatatkan sejarahnya saat berunjuk rasa menghadang pemasangan jaringan listrik untuk tambang emas pada 4-11 Maret lalu. Akhirnya peempuan-perempuan di sana berani ambil bagian di garis paling depan dalam perjuangan melawan tambang. Setidaknya begitulah pengamatan saya selama kurang lebih 9 tahun mencatat dinamika gerakan pertambangan di pesisirLanjutkan membaca “Perempuan Melawan Tambang: Catatan atas Aksi Perempuan di Lereng Gunung Tumpang Pitu”

FORKOMM dan BEM UNTAG BANYUWANGI TAK PERNAH SARANKAN WARGA TERIMA TAMBANG TUMPANG PITU

SIARAN PERS BERSAMAFORKOMM dan BEM UNTAG BANYUWANGI Dalam pers rilisnya yang telah disebar ke pelbagai media massa pada 16 Maret 2017, PT Bumi Suksesindo (BSI) mengabarkan tentang tuntasnya pembangunan jaringan listrik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke kawasan tambang BSI di wilayah Tumpang Pitu, Pesanggaran, Banyuwangi Dalam rilis yang lebih kurang memuat empat ratus kataLanjutkan membaca “FORKOMM dan BEM UNTAG BANYUWANGI TAK PERNAH SARANKAN WARGA TERIMA TAMBANG TUMPANG PITU”

Navicula Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu

Malam itu, Sabtu 11 Maret 2017, salah satu sudut Kertalangu, Denpasar, Bali tengah riuh. Distorsi gitar listrik berpadu gelegar drum dan teriakan penonton membuat adrenalin membuncah. Reno Farhan anak Banyuwangi yang kini kuliah Universitas Udayana (Unud) Bali itu bergegas menuju area belakang panggung Konser Soundsations. Tekatnya hanya satu, yakni menemui vokalis Navicula Gede Robi SupriyantoLanjutkan membaca “Navicula Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu”

Marjinal Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu

Mikail Israfil yang lebih dikenal sebagai Mike Marjinal terlihat begitu bersemangat saat Reno Farhan mengajaknya berdiskusi tentang penyelamatan Hutan Lindung Gunung Tumpang Pitu (Banyuwangi, Jawa Timur) dari resiko industri tambang emas. Dari nyala matanya, tampak jika gitaris sekaligus vokalis band Marjinal itu tak asing dengan tema advokasi Tumpang Pitu. Ada kenangan tersendiri, begitu ujar MikeLanjutkan membaca “Marjinal Tolak Tambang Emas Tumpang Pitu”

Kesejahteraan Dari Tambang Apakah Mitos? BPS Pun Tak Bisa Jelaskan

Siaran PersForum Komunikasi Mahasiswa dan Masyarakat (ForkoMM) Banyuwangi Jika memang tambang menyejahterakan, maka logikanya semakin banyak tambang semakin sejahtera. Namun kenyataanya, bukan itu yang terjadi. Analisis terhadap jumlah Izin Usaha Pertambangan (IUP) justru mengatakan sebaliknya. Jika keberadaan 1 (satu) IUP menggambarkan keberadaan 1 (satu) tambang, maka jumlah IUP yang kian banyak justru tak menggambarkan membesarnyaLanjutkan membaca “Kesejahteraan Dari Tambang Apakah Mitos? BPS Pun Tak Bisa Jelaskan”

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai